Kebersamaan yang Indah (2 Bulan Bersama Ayah)

Alhamdulillah, 2 bulan ini kita bersama Ayah lagi. Tanggal 27 Desember kemarin Ayah pulang ke Indonesia. Sudah nggak sabar kita nunggu-nunggu. Pas dateng, wah anak-anak heboh, bak menyambut pahlawan yang lama dinanti-nanti. Nah, ini di antaranya agenda kita selama 2 bulan.

Ini kita baru menghadiri pernikahan keponakan yang menikah di Sukoharjo sekalian ke rumah Mbah Uti-Kakung. Kita baru nampang nih, bosen karena acaranya puanjaaaannngggg banget.

noe

noe

Ini baru mengahdiri pengukuhan guru besar Prof. Jazi Eko Istiyanto. Nampang di Gedung Pusat UGM usai mendengar pidato pengukuhannya. Berdoa suatu saat bisa juga melihat suami berdiri di podium itu disaksikan para anggota senat membacakan pidato pengukuhan itu.

noe

noe

Ini kita iseng kompakan pakai batik yang sama. Nampang di depan rumah sebelum berangkat jalan-jalan ke Amplaz.

noe

noe

Belajar Sirah Nabi (2): Dakwah Sembunyi-Sembunyi

Di awal dakwahnya, para sahabat menemui Rasulullah secara sembunyi-sembunyi. Setiap kali beribadah, mereka keluar dari Mekah dan mencari tempat terpencil agar tidak diketahui kaum Quraisy. Baru setelah mencapai jumlah 30 orang, Rasulullah memilih rumah Arqam bin Abi Arqam sebagai tempat pertemuan dan belajar Islam. Siriyyah atau sembunyi-sembunyi adalah karakter dakwah di awal Islam. Rasulullah ingin menunjukkan bahwa dakwah tidak boleh dilakukan dengan membabi buta dan tergesa-gesa dengan alasan bisa menyerahkan segala urusan dan keselamatan pada Allah.

Golongan as-sabiquna al-awwalun (yang pertama masuk Islam) dibesarkan di rumah Arqam ini. Mereka berjumlah 40 laki-laki dan 1 perempuan.  Sebagian besar mereka berasal dari kalangan orang miskin dan rakyat jelata yang tidak memiliki kedudukan di masyarakat Quraisy. Salah satu ibrahnya adalah orang-orang miskin ini tidka memiliki halangan apa pun untuk menyambut dakwah Rasulullah, bahkan dengan Islamnya mereka dihargai sebagai manusia. Ada 2 dari kalangan non-Arab, yaitu Shuhaib ar-Rumi dan Bilal bin Rabah.

Wallahu alam

Yogyakarta, 31 Januari 2012

Sumber : Fiqh Sirah – Ramadhan Al Buthy – penerbit Hikmah Jakarta

 

Aufa numpang baca

20120127-195416.jpg

Belajar Sirah Nabi (1): Tahapan Dakwah Rasulullah

buthy

buthy

Menurut Ramadhan Al-Buthy, tahapan dakwah Rasulullah dibagi dalam 4 tahap.

  •  Tahap 1 : dakwah secara sembunyi-sembunyi (3 tahun)
  • Tahap 2 : dakwah terang-terangan secara lisan (sampai hijrah ke Madinah, sekitar 7 tahun.
  • Tahap 3 : dakwah terang-terangan dengan mengangkat senjata untuk orang-orang yang menyerang Islam (sampai perjanjian Hudaibiyah)
  •  Tahap 4 : dakwah terang-terangan  dengan senjata untuk menghadapi orang-orang musyrik, ateis, penyembah berhala yang menghalangi dakwah Islam atau menolak memeluknya setelah dakwah disampaikan kepada mereka.

Pelatihan Guru bersama Titian Foundation

titian

titian

Dua hari ini saya diundang Titian Foundation untuk mengisi pelatihan guru-guru. Dua hari penuh berdiskusi bersama tentang menyusun rencana pembelajaran yang efektif dan menyenangkan, Contextual Teaching and Learning (CTL), dan Project Based Learning. Ini pengalaman yang sangat berharga. Membersamai para guru yang penuh semangat karena motivasi dan suasana emosionalnya dikondisikan. Pelatihan yang menyenangkan, bahkan hingga akhir sesi menjalang maghrib mereka masih bisa beryel-yel dengan penuh semangat. Continue reading

Terapi Hati di Tanah Suci

google

google

Buku Terapi Hati di Tanah Suci adalah salah satu referensi bekal haji karya Pak Hernowo. Ini bukan buku baru, karena buku ini terbit sejak 2008. Namun, mengulang membacanya tetap membuat saya bisa menemukan sesuatu. Sesuatu itu adalah perbekalan haji yang lain dari yang lain.  Sebagaimana tertulis di back cover, “Apabila Anda ingin menambah “Bekal” berhaji dalam bentuk yang tidak biasa, bacalah buku ini sebelum berangkat ke Tanah Suci.” Continue reading

Hujan Bulan Juni

Malam Minggu hujan rintik tak henti-henti. Sepi begini jadi ingin membaca lagi puisi “Hujan Bulan Juni” karya Sapardi Djoko Damono. Kawan-kawan, selamat membaca!

google

google

HUJAN BULAN JUNI

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya

yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan

diserap akar pohon bunga itu                         

1989

Labaik Allahumma Labaik ….

google

google

My biggest wish is to see You one day …. (Maher Zain)

Akhir-akhir ini, saya berkali-kali menghadiri pamitan haji dan silaturahmi pada saudara-saudara yang mau berangkat haji.

“Ya Allah, ingin betul aku segera menyambut seruan dan mencium rumah-Mu. Seandainya aku boleh memohon, sebelum Kau-panggil, beri aku kesempatan untuk menemui-Mu di Baitullah, ya Allah. Izinkan aku memeluk-Mu dan izinkankan aku merasakan kehangatannya hingga kelak aku menghuni salah satu dari rumah-Mu di surga, ya Allah. Amin …. “ Continue reading

Kematian Kita Kian Dekat

google

google

Hari-hari terakhir ini saya seringkali takziyah. Beragam cerita mengiringi perginya orang-orang baik –insya Allah- ini sehingga saya merasa perlu share untuk memperbanyak hikmah, buat saya dan semoga buat teman-teman yang membaca note ini. Semoga Allah lapangkan tempat di sisi-Nya, diberi husnul khatimah, dan dimudahkan hisabnya. Begitu juga dengan saya dan panjenengan semua. Amin. Continue reading

I Love You, Bunda …..

google

google

Ibu …
Setiap malam aku memandang anak-anakku, cucu-cucumu, yang tengah terlelap dalam tidur. Kutitip rasa cinta pada mereka lewat doa, “Semoga kau mimpi indah, Nak. Memimpikan kita berlari-lari dan bercanda di surga yang indah ….” Dan, setiap doa itu mengalir untuk anak-anakku, sungguh hati dan pikiranku tak bisa kucegah, berhamburan padamu, mengingatmu. Tiba-tiba aku merasa mampu membaca apa yang bergejolak dan memenuhi rongga batinmu selama ini: bahwa kau teramat mencintaiku. Continue reading

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.